AbstrakPada terdorong untuk bercerita menggunakan media. Disebutkan bahwa penggunaan

AbstrakPada setiap kondisi yang terjadi dalam kegiatan belajar di kelas dalam menggunakan metode untuk memberikan tugas bercerita belum dapat memotivasi siswa bercerita menggunakan media. Metode digital storytelling ini bertujuan untuk menjelaskan kegiatan keterampilan menyampaikan cerita dalam pelajaran Bahasa Indonesia menggunakan metode digital storytelling pada siswa kelas VII di SMA X. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif yang dimana menggunakan metode observasi dan dokumentasi dalam pengumpulan datanya. Hasil dari penelitian ini dapat diketahui dalam menerapkan pembelajaran menggunakan metode digital storytelling ini sesuai dengan apa yang sudah rancang sebelumnya. Penelitian ini telah dilaksanakan dengan baik dan lancar. Sedangkan dari penerapan kegiatan ini menghasilkan sebuah digital storytelling yang dapat dibilang memuaskan. Dari hasil data observasi dan dokumentasi yang mendukung hal tersebut.Kata Kunci: keterampilan menyampaikan cerita, digital storytelling, metode, storytelling, Bahasa Indonesia. Latar Belakang MasalahDalam kegiatan belajar mengajar di dalam kelas biasanya metode yang digunakan oleh guru adalah seperti ceramah, tanya jawab, penugasan dan diskusi. Dan biasanya giru juga sudah menggunakan media, dan media yang biasa digunakan seperti powerpoint, video dan media yang ada didalam lingkungan sekolah. Namun, dalam setiap metode pasti terdapat beberapa permasalahan yang dialami. Seperti halnya dalam kegiatan belajar pada pelajaran Bahasa Indonesia yaitu kurang pahamnya siswa dalam menangkap penjelasan yang guru telah berikan, hal ini dibuktikan pada saat siswa ditanya oleh guru ternyata untuk mencari jawaban masih openbook, masih kurangnya kepercayaan diri siswa dalam presentasi di depan kelas. Ini adalah kondisi yang selama ini terjadi, dimana belum adanya dorongan kepada siswa untuk memanfaatkan media, hingga akhirmya siswa tidak terdorong untuk bercerita menggunakan media. Disebutkan bahwa penggunaan metode dan media dalam kegiatan belajar harus dapat memenuhi beberapa kriteria yaitu; dapat menumbuhkan morivasi dan minat belajar siswa, sesuai dengan tujuan pembelajaran, dapat meningkatkan keterampilan yang dimiliki oleh siswa, dapat meningkatkan keaktifan siswa dalam belajar di kelas.Dari beberapa masalah dan karateristik tersebut maka dapat diberikan beberapa alternatif solusi yaitu dengan menggunakan metode sosiodrama, inkuiri, pemodelan, demonstrasi. Namun dari alternatif solusi, permasalahan yang ada dalam pemberian tugas bercerita menggunakan metode media masih belum dapat mendorong siswa agar menggunakan media. Dan membuat siswa tidak termotivasi untuk bercerita dan kriteria menggunakan media/metode untuk dapat meningkatkan keterampilan yang dimiliki siswa belum dapat tercapai sehingga diberikan satu solusi yaitu dengan menerapkan metode digital storytelling. Digital storytelling merupakan sebuah praktek yang menggabungkan narasi/cerita pribadi dengan multimedia (gambar, audio dan teks). Dikatakan dalam web University of Houston bahwa kegiatan belajar yang menggunakan digital storytelling dapat meningkatkan berberapa keterampilan siswa, dimulai dari keterampilan meneliti, menulis, menggunakan teknologi, presentasi, wawancara, interpersonal, memecahkan masalah, dan keterampilan dalam menilai sesuatu.Dari latar belakang masalah yang telah dijabarkan tersebut, dapat dirumuskan  sebuah permasalahan  yaitu:  Bagaimana keterampilan siswa menyampaikan cerita dalam pelajaran bahasa indonesia menggunakan metode digital storytelling di SMA X?Maka dari rumusan  masalah  yang ada, maka tujuan penelitian ini dapat dijabarkan yaitu: untuk mendeskripsikan proses keterampilan siswa menyampaikan cerita dalam pelajaran bahasa indonesia menggunakan metode digital storytelling di SMA X. Kajian TeoriMetode  adalah  cara  yang  digunakan  untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal