Kategori
Uncategorized

Jejak Pungli di Zona Wisata Kabupaten Bandung: Naga Minta Uang

Bandung – Libur panjang selalu diciptakan masyarakat untuk menghabiskan waktu dengan keluarga. Apalagi peristiwa istimewa tersebut diisi dengan berlibur ke tempat liburan.
Obyek liburan kerap diciptakan masyarakat untuk melepas penat dari hiruk pikuk perkotaan. Makanya objek liburan dengan keindahan alam selalu menjadi alternatif.

Melainkan peristiwa berlibur spaceman kerap menjadi tragedi dikala masyarakat kerap mendapatkan keluhan dikala berlibur. Keluhan tersebut adalah dengan adanya praktek-praktek pungutan liar (pungli).

Aksi pungli tersebut kerap membuat resah masyarakat. Tak jarang para pelaku pungli kerap menggetok harga demi meraih cuan yang melimpah dikala peristiwa liburan.

Peristiwa pungli pernah terjadi di objek liburan Taman Uncal, Kabupaten Bandung, Minggu 18 Februari 2024 silam. Aksi pungli tersebut dilaksanakan oleh oknum masyarakat yang minta uang parkir secara paksa. Kemudian korban merekam aksi tersebut dan menjadi viral di sosial media.

Aksi oknum masyarakat tersebut bermula dikala korban baru sampai di objek liburan Taman Uncal. Setelah itu oknum masyarakat yang mengaku sebagai tukang parkir segera minta uang parkir secara memaksa.

Petugas parkir gadungan tersebut kelihatan tergoda minuman keras. Kemudian korban berinisiatif merekam aksi petugas parkir gadungan tersebut.

Adanya oknum masyarakat tersebut, membuat wisatawan tersebut tak nyaman. Kemudian korban memilih untuk pergi dan meninggalkan lokasi tersebut.

Tak berjeda lama korban men-upload video tersebut di akun instagramnya. Ternyata video tersebut segera viral sebagian waktu kemudian.

Setelah itu petugas dari Saber Pungli Kabupaten Bandung, Satpol PP, Dishub, dan Polisi segera melakukan penangkapan terhadap juru parkir tersebut. Jukir tersebut segera diamankan di Mapolresta Bandung.

Aksi pungli malah kembali terjadi dikala masih dalam suasana Idul Fitri 2024. Pungli tersebut dilaksanakan oleh tiga orang bang trampil di Perkebunan Teh Lonsum Leuweung Panjang, Kampung Citawa, Desa Tarumajaya, Kecamatan Kertasari, Kamis 11 April 2024 lalu.

Peristiwa pungli tersebut bermula dikala wisatawan tengah botram atau makan bersama di kebun teh. Kemudian secara tiba-tiba didatangi oleh tiga orang bang trampil dan minta uang secara paksa.

Para bang trampil tersebut berinisial A alias Naga (49), AI (22), dan AH alias Teten (20). Mereka adalah warga Desa Tarumajaya, Kertasari.

Mereka minta uang dengan alasan uang keamanan. Setelah itu korban memberikan uang sebesar Rp 5 ribu. Kemudian ada perkataan korban yang membuat bang trampil tersebut naik pitam.

Para bang trampil tersebut segera melakukan pemukulan terhadap korban. Kemudian para korban merekam aksi para bang trampil tersebut dan viral di sosial media.

Tak berjeda lama para bang trampil tersebut segera diamankan polisi. Mereka tak berkutik dikala diamankan polisi.

Aksi pungli tersebut kerap terjadi dikala peristiwa liburan. Umumnya mereka meraup keuntungan dengan adanya aksi tersebut.

Ketua UPP Saber Pungli Kabupaten Bandung, AKBP Maruly Pardede mengimbau masyarakat yang merasa jadi korban pungli untuk segera melapor. Sehingga aksi tersebut dapat segera ditindak.

“Jangan sungkan-sungkan dan jangan ragu untuk melaporkan jikalau terindikasi menjadi korban pungutan liar. Sekiranya melihat, mengenal, maupun menjadi korban ketimbang pengutan liar agar segera melapor ke Polsek setempat maupun UPP Saber Pungli Kabupaten Bandung. Hotline-nya sementara yang kita gunakan dan mudah diingat adalah hotline Poresta Bandung adalah 110,” ujar Maruly, dikala dijumpai detikJabar, Rabu (8/5/2024).

error: Content is protected !!